Single Blog Title

This is a single blog caption

Awal yang Baik di Tahun 2017, Pelita Jaya Soccer School Memperoleh 2 Piala

Memasuki Tahun 2017, tentunya kami merombak seluruh komposisi pasukan. Pasukan Usia 10 tentu saja berubah dikarenakan beberapa Anak memasuki Usia 11 dan bergabungnya beberapa anak usia 9 tentu menjadi PR bagi Coach Firman untuk Pasukan Baru U10. Begitu pula dengan Pasukan Usia 8, beberapa Anak naik kelas katergori 9 atau 10 dan mendatangkan Anak baru untuk melapisi kekosongan Pasukan Usia 8 yang dilatih oleh Coach Dayat.

Memasuki pergantian Tahun dan Liburan Sekolah, membuat anak-anak yang latihan tidak seramai diwaktu normal. Ada yang liburan Natal dan Tahun Baru, Liburan keluar Kota dan ijin Sunat. Tantangan dihadapi oleh kedua Pelatih untuk mempersiapkan Pasukan yang siap tempur di Kompetisi HUT Fraksi PDIP tanggal 14 – 15 Januari 2017.

Secara efektif persiapan yang dilakukan hanya 1 minggu, Coach Firman menbentuk Tim U10 yang baru dengan menunjuk kapten tim U10 Pasca yang bermain sebagai Keeper.

 

Begitu pula Coach Dayat membentuk Tim U8 dengan menunjuk Rizki sebagai Kapten Timnya.

Seperti halnya anak-anak dengan mengidolakan Ronaldo, Messi, Ozil, Pogba dan pemain dunia lainnya, otomatis jarang sekali anak usia dini yang mengidolakan Keeper. Bufon, De Gea, Bravo, Casilas, Nuer sangat jauh dari ingatan mereka. Begitu pula dengan hasrat yang ada di dalam diri mereka, tidak ada satu pun pemain U8 yang ingin menjadi keeper. Dalam pemilihan keeper, Coach Dayat sangat hati-hati dalam menentukan siapa yang siap mengisi kekosongan sementara. Rizki dan Pedrosa sudah cukup untuk dijadikan striker dan Langit sebagai pemain pelapis. Masih ada 1 nama lagi yang biasa jadi ujung tombak, Muhammad Arfan Herdiansyah yang biasa dipanggil Arfan sebenarnya ini pendobrak gawang lawan, dengan permainannya yang ngotot dan pantang menyerah dan tidak pernah takut sama lawan, dinilai cocok untuk dijadikan keeper sementara. Alhasil, dalam seminggu persiapan latihan, Arfan menunjukkan progress yang luar biasa dipegang spesialis pelatih keeper, coach Asdi.

Dari keseluruhan jalannya kompetisi, dengan mulus anak-anak Usia 8 dan 10 melibas lawannya di hari pertama. Mereka menang 3 kali di babak penyisihan group. Untuk Usia 10, lolos ke 8 besar dengan predikat Juara Group. Begitu juga dengan Usia 8, lolos ke semifinal dengan predikat Juara Group, dengan kemenangan rata-rata diatas 5 Goal, tanpa kebobolan.

Masuk di hari ke 2, Usia 10 di per 4 final mampu menang dan lolos ke semifinal. Pasukan 8 dan 10 mampu menempatkan dirinya di semifinal, target dari Coach dan Manajemen sudah terpenuhi. Namun, sebelum laga semifinal berlangsung, kita merasa ada yang tidak beres di pihak lawan. Ada indikasi pencurian umur di mereka. Kami melayangkan protes kepada panitia sebelum peluit semifinal dibunyikan, postur tubuh yang tidak imbang membuat kami curiga. Ternyata mereka tidak punya ID Card Turnamen dan dengan alasan tidak membawa data asli seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran. Akhirnya panitia pun memutuskan mendiskualifikasi Tim yang tidak dapat membuktikan bahwa tidak ada pencurian Umur. Mereka telah mencoreng Turnamen dan nama SSB mereka sendiri. Di depan anak-anak kami harus Jujur, kami harus sportif, kami kedepankan jiwa pantang menyerah, kami maju dengan apa adanya, bukan kami ingin mendapatkan Piala dan menghalalkan segala cara, bagi kami Piala itu bonus kerja keras.

Pelita Jaya Soccer School (PJSS) menempatkan Tim nya di Final dalam dua Kategori Usia 8 dan 10. Final pun digelar, peluit babak pertama telah berbunyi, Pasukan U10 PJSS menghadapi musuh bebuyutan Ragunan SS. Sampai babak pertama selesai jual beli serangan dipertontonkan mereka, supporter ke dua tim saling bersorak mendukung dan memberikan semangat, namun hasil masih 0-0 sampai di babak pertama. Begitu pula pada babak ke-2, pertandingan sengit dengan hasil tetap imbang 0-0. Adu Pinalti pun akan dilaksanakan. Algojo U10 Yoga, Handaru dan Fadhil menerima instruksi dari Coach Dayat. Mereka sebagi penembak jitu dan sudah pengalaman di kompetisi-kompetisi sebelumnya. Biasanya bila ada pinalty, mereka ber 3 yang mengeksekusi. Dengan Percaya Diri, Yoga melangkah kedepan titik pinalti, mundur beberapa langkah….. begitu bola ditendang, ternyata melenceng ke kiri gawang keeper, penonton pun terdiam tidak percaya Yoga gagal. Namun Keeper Pasca mampu memberi harapan, tendangan pertama Ragunan SS juga dapat di Blok dengan baik. Handaru kena Tiang kanan, Pemain Ragunan mampu mengecoh Pasca, pas penentuan Fadhil ke Blok keeper, dan Ragunan  SS menjuarai turnamen ini, selamat Ragunan SS.

Harapan ada di mereka Pasukan U8. Secara mental mereka sedang bersemangat, belum pernah kalah, memasukkan gol rata-rata diatas 5 gol dan Gawangnya Arphan belum ada yang bisa merobek. Kami memberikan semangat untuk mendapatkan Piala Peringkat 1. Permainan sudah dimulai, selama 10 menit x 2 babak, mereka main sangat ngotot. Gol demi gol tercipta pada Final PJSS vs Galaprima. 3 gol tercipta semuanya dari PJSS. Begitu peluit akhir dibunyikan, seluruh suporter PJSS berhamburan lari ke tengah lapangan merayakan kemenangan 3 -0 dan menobatkan Pasukan U8 menjadi Juara.

Lagi-lagi Arfan sebagai palang pintu terakhir tidak dapat ditembus oleh pemain lawan di Final. Selama 5 kali main, Arfan melakukan clean seat, woooow… Ternyata coach Dayat tepat menunjuk Arfan menjadi Keeper Sementara U8. Dalam 5 kali pertandingan, dia sempat mengambil tendangan Pinalti dan mencetak Goal. Memang Rizki sebagai pencetak goal terbanyak di U8, mungkin lebih dari 15 goal yang dibuatnya, pencapaian yang luar biasa. Namun, kami melihat Arfan sebagai sosok yang memiliki peranan penting di kejuaraan ini. Dia rela menjadi Keeper, mencetak 1 goal lewat pinalti dan menjaga gawangnya dari gempuran lawan tanpa 1 pun bola dapat melewati garis gawang yang ada dibelakangnya.

Selamat U8 telah menjuarai turnamen ini dan U10 menempatkan peringkat ke 2. Kerja keras kalian mendapatkan Piala.

#Stoppencurianumur #Stoppemaincabutan #SSBharusjujur

Leave a Reply