Single Blog Title

This is a single blog caption

Piala Pertama di Tahun 2016

Pelita Jaya Soccer School (PJSS) kembali mengikuti Turnamen Arhanud di daerah Pesanggrahan tanggal 12-13 Maret 2016. PJSS mengirim 4 Team yaitu 1 Team Kategori U-12 dan  3 Team di Kategori U-10, 2 dari Bintaro dan 1 dari Sawangan. Masing-masing Kategori Usia diikuti oleh 16 Team yang berlaga pada Kompetisi di Awal Tahun ini.

Untuk Kategori Usia 12, mereka tidak mampu melewati fase Group yang digelar tanggal 12 Maret 2016, namun pada Usia 10, dari 3 team yang diturunkan, hanya 2 team saja yang mampu melewati fase Group. Tim PJSS Merah Bintaro berhasil melumat seluruh tim di fase group, menjadikan PJSS Merah Bintaro menjadi Juara Group A. Begitu juga dengan PJSS Sawangan berhasil menang 2 kali dan kalah 1 kali di fase group. Untuk Tim PJSS Putih Bintaro, hasil yang diperoleh menang 1 kali, seri 1 kali dan kalah 1 kali membuat Tim ini tidak lolos dari Fase Grup.

Pada hari minggu 13 Maret 2016, hanya 8 Tim tersisa di Kategori Usia 10 untuk memperebutkan tempat terbaik. PJSS Merah Bintaro dan PJSS Sawangan yang berhasil maju mewakilkan nama besar Pelita Jaya. Pada Pertandingan per 4 Final, PJSS Merah berasil menundukkan Pinang FC dengan skor meyakinkan 4-1, sehingga menempatkan  kakinya di semifinal turnamen bergengsi ini. Sayang, Tim PJSS Sawangan tidak mampu menahan gempuran Kancil Mas dengan skor 0-4, sehingga terhenti di babak per 4 Final.

Pelita Jaya Soccer School hanya mampu menempatkan 1 tim di semi final. PJSS Merah bertemu dengan Kancil Mas dimana tim tersebut berhasil mengalahkan PJSS Sawangan. Dengan misi “Balas Demdam” tentunya dengan namun dalam hal positif, Coach Armen menyampaikan strategi yang harus dimainkan anak didiknya.

Wasit yang memimpin pertandingan mulai meniupkan peluit. Dibawah teriknya matahari yang mulai menyengat, semangat juang anak-anak tidak pernah turun. Fokus pada pertandingan selalu diteriaki coach dari pinggir lapangan. Fathir yang di plot sebagai striker diminta untuk selalu bergerak tanpa bola menarik pemain belakang untuk maju kedepan. Lagi-lagi Danar sebagai pendobrak serangan, dibantu oleh Play Maker Dika dan Rizki yang dipsang sebagai gelandang bertahan mampu memenangkan lapangan tengah. Jual beli serangan dimainkan ke dua Tim. Tendangan Jauh Rizki mampu merobek jala gawang lawan pada babak pertama hampir selesai. 1-0 sampai istirahat babak pertama belum aman, Coch minta untuk bermain sabar dan kerjasama Tim. Pada babak ke dua, kerjasama Fatir, Dika dan Rizki mampu menarik perhatian pemain belakang lawan, sehingga Danar mampu melepaskan diri berdiri bebas di area kiri lawan. Tanpa menunggu lama, bola datang operan dari Dika, langsung disambar dengan kaki kanan, dan Jala pun bergetar… Goooooaaalll….. 2-0 membuat keadaan sedikit aman. Melihat panasnya cuaca dan ingin menyimpan tenaga, Pemain pengganti Zidane dan Keo masuk untuk menggantikan Fatir dan Araz. Zidane dan Keo sebagai pemain pengganti, mampu menjalankan perannya masing-masing dengan baik. Skema penyerangan yang diharapkan oleh Coach dengan mudah dijalankan, dan peluit panjang menuju Final pun terdengar, Sorak-sorak kegirangan Pemain, Orang Tua dan Suporter teman-teman dari PJSS Sawangan menyambut hasil yang menggembirakan, Pelita Jaya Masuk Final.


Partai Final akan digelar 30 menit dari masa berakhirnya semi final. Penantian sekitar 4 tahun untuk mebawa piala yang paling besar di tribun menjadi target anak-anak PJSS. Partai Final PJSS akan bertemu Gagak Hitam yang merupakan tuan rumah. Tekanan oleh Supporter lawan sebelum bertanding mulai dirasa oleh anak-anak PJSS. Dengan dukungan para orang tua dan teman-teman PJSS Sawangan yang tetap setia menonton sampai partai terakhir membuat semangat Tim PJSS yang akan bertanding semakin bergelora. Wasit mulai memasuki lapangan dan bola putih ukuran 4 mulai ditaruh di titik tengah lapangan. Dengan memanggil kapten ke-2 Tim, koin pun mulai terlihat melayang keatas dan kembali mendarat di tangan kanan pengadil lapangan.

kick off pertama dipegang oleh tim PJSS. Tanpa lama-lama skema full atact yang diinstruksikan oleh Coach mulai dijalankan. Permainan seimbang. Masing-masing memiliki peluang yang belum mampu dihasilkan oleh strikernya masing-masing. Permaian tengah sama kuat. Dika yang diplot sebagai pengatur serangan, dengan gayanya yang kalem dengan band Kapten terikat di lengan kanannya mampu menjalankan peran dengan baik. Skema umpang jauh dan bola pendek dijalankan oleh kedua Tim. Memasuki sekitar menit ke 7, Danar pemain yang memang diandalkan sebagai second Striker mampu merobek jala tuan rumah. Teriakan supporter pun pecah… berpelukan dan melakukan sujud syukur seperti ciri khas selebrasi U-19 diera Evan Dimas pun dilakukan. Dengan sisa waktu 3 menit, PJSS mampu menjalankan skema pressing dan fokus mengamankan serangan lawan. Peluit babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-0.

Memasuki Babak ke-2, Gagak Hitam memainkan bola-bola pendek dengan cepat mampu membuat pemain tengah PJSS tertekan. Dengan dukungan lebih banyak supporter, semangat juang Gagak Hitam semakin tinggi. Sekitar 5 menit berjalan babak ke-2, Gagak Hitam mampu menyamakan kedudukan dengan kerjasama Tim yang baik. Striker mereka lepas dari penjagaan Araz, tembakan didalam kotak pinalti membuat Pasca memungut bola di dalam gawangnya. 1-1 kedudukan sementara.

Teriknya matahari membuat beberapa pemain mulai kelelahan. Araz ditarik keluar digantikan oleh Keo sebagai Back Kiri. Coach mengharapkan tenaga baru untuk dapat meredam serangan lawan serta melakukan seranngan balik. Keo diharapkan mampu memperkuat belakang dan kemapuan medribel serta kecepatan berlari diharapkan mampu membuat serangan balik dari sisi kiri. Ternyata skema yang diharapkan tidak berjalan dengan baik. Tuan rumah semakin bersemangat dan PJSS mulai dibawah tekanan. 10 menit babak ke 2 pun berakhir… kedudukan 1-1 akan berlanjut ke Adu Pinalti.

Masing-masing Tim menyiapkan 3 Algojo penendang terbaik dan 1 keeper sebagai Benteng terkahir. Pasca sebagai keeper tidak perlu diragukan kemampuannya, untuk memilih 3 penendang terbaik, terlihat Coach Armen sedikit kesulitan. Karena Tim PJSS memiliki selalu menjalankan latihan Pinalti dan mereka yang ikut dalam pertandingan ini memang sudah dipersiapkan untuk menjadi Algojo. Tapi… siapa yang siap mental ???

Fatir, Dika dan Danar ditunjuk sebagai Penendang Pinalti, bilamana masih terjadi seri dan diakhiri dengan sudden death / lempar koin, Keona akan menjadi Algojo Terakhir.

Penonton mulai mendekat di samping lapangan dan ramai di belakang gawang yang akan digunakan sebagai ajang adu Pinalti. Jantung  mulai berdetak kencang, panasnya matahari semakin terasa, ketegangan muka pemain tidak dapat ditutupi. Koin pun mulai dilempar oleh wasit. Tim Gagak Putih mendapatkan giliran Pertama menendang.

Suasana tegang, penonton terdiam memperhartikan pemain pertama Gagak Hitam menaruh bola di titik putih. Dengan memberi kode kepada wasit, bahwa dia siap untuk menendang.. peluit pun terdengar… Baaaaammmmm….. Tiang atas…. Bola pun mental keluar, tertunduk lesu penendang pertama dari Gagak Hitam.

Fathir sebagai striker diminta untuk menjadi penendang pertama dari PJSS. Sorakan penonton tuan rumah untuk menjatuhkan mental penendang PJSS semakin terdengar. Dengan tatapan tajam kepada keeper lawan, dan memberi aba-aba siap mendang kepada wasit, jarak sekitar 4 langkah dari Bola, Fathir mulai focus ke gawang…. tiupan peluit dibunyikan… sepakang kencang ke kanan atas mampu dilesakkan ke gawang lawan. 1-0 untuk PJSS.

Supporter dari PJSS pun mulai banyak. Banyak pemain-pemain lain yang ternyata ikut mendukung tim PJSS.

Pemain ke-2 sudah siap di kotak Pinalti. Pasca sebagi keeper dengan fokus memperhatikan gerak-gerik pemain gagak hitam. Peluit dibunyikan kembali oleh wait. Ancang-ancang sekitar 3 langkah bola pun meluncur keras ke arah gawang Pasca, Dengan tenang Pasca dapat membaca arah bola… terbang ke kiri dan ditangkap. Lagi-lagi penyelamatan gemilang dari Pasca membuat penendang ke 2 tertunduk.

Dika, Kapten Tim yang pembawaannya sangat tenang, mulai berjalan dari tengah lapangan ke dalam kotak pinalti. Coach pun memberi pesan, Dika… arah seperti biasa, tenang, kamu goal… kita menang.

Fokus kepada bola di titik putih… terdengar peluit… Teriakan pun pecah saat  Bola masuk kegawang lawan dimana keeper salah arah untuk menepis bola. Gooooooaaaaallllll…… Pelita Juara… penonton berhamburan masuk ke dalam lapangan…

Hebat… perjuangan anak-anak terbayarkan dengan raihan juara 1. Piala Terbesar yang ada di podium pun akhirnya berhasil dibawa pulang. Suka cita tergambar di muka pemain dan Coach. Semangat juang mereka mendapatkan hasil yang maksimal. Terima kasih adik-adik yang telah berhasil menambah koleksi Piala untuk Pelita Jaya Soccer School. Semoga di pertandingan-pertandingan mampu mendapatkan hasil yang serupa.

Leave a Reply